Spektrum sinar x
Sinar-X dihasilkan di suatu tabung sinar katode dengan
pemanasan kawat pijar untuk menghasilkan elektron-elektron, kemudian
electron-elektron tersebut dipercepat terhadap suatu target dengan memberikan
suatu voltase, dan menembak target dengan elektron. Ketika elektron-elektron
mempunyai energi yang cukup untuk mengeluarkan elektron-elektron dalam target,
karakteristik spektrum sinar-X dihasilkan. Spektrum ini terdiri atas beberapa
komponen-komponen, yang paling umum adalah Kα dan Kβ. Ka berisi, pada sebagian,
dari Kα1 dan Kα2. Kα1 mempunyai panjang gelombang sedikit lebih pendek dan dua
kali lebih intensitas dari Kα2. Panjang gelombang yang spesifik merupakan
karakteristik dari bahan target (Cu, Fe, Mo, Cr). Disaring, oleh kertas perak
atau kristal monochrometers, yang akan menghasilkan sinar-X monokromatik yang
diperlukan untuk difraksi. Tembaga adalah bahan sasaran yang paling umum untuk
diffraction kristal tunggal, dengan radiasi Cu Kα =05418Å. Sinar-X ini bersifat
collimated dan mengarahkan ke sampel. Saat sampel dan detektor diputar,
intensitas Sinar X pantul itu direkam. Ketika geometri dari peristiwa sinar-X
tersebut memenuhi persamaan Bragg, interferens konstruktif terjadi dan suatu
puncak di dalam intensitas terjadi. Detektor akan merekam dan memproses isyarat
penyinaran ini dan mengkonversi isyarat itu menjadi suatu arus yang akan
dikeluarkan pada printer atau layar komputer.
PROSEDUR DIFRAKSI SINAR-X
Percobaan
dengan menggunakan difraksi sinar X kebanyakan terbatas pada zat padat saja.
Hasil yang paling baik akan diperoleh apabila digunakan satu kristal tunggal.
Tetapi, percobaan difraksi sinar ini dapat pula dilakukan dengan menggunakan
padatan dalam bentuk serbuk yang sebenarnya terdiri dari kristal-kristal yang
sangat kecil. Atau dapat juga menggunakan padatan dalam bentuk kumparan yang
biasa digunakan untuk menentukan struktur molekul yang mempunyai ukuran yang
sangat besar, seperti DNA, protein, dan sebagainya. Alat yang digunakan untuk
mengukur dan mempelajari difraksi sinar X dinamakan Goniometer. Pada metoda
kristal tunggal, sebuah kristal yang berkualitas baik diletakkan sedemikian
rupa sehingga dapat berotasi pada salah satu sumbu kristalnya. Ketika kristal
itu diputar pada salah satu sumbu putar, seberkas sinar X monokromatik
dipancarkan ke arah kristal. Ketika kristal berputar, perangkat-perangkat
bidang yang ada dalam kristal berurutan akan memantulkan berkas sinar X. berkas
sinar X yang dipantulkan ini kemudian direkam pada sebuah piringan fotografik.
Jika yang digunakan piringan datar, akan diperoleh suatu pola seperti terlihan
pada gambar dibawah ini. tetapi apabila yang digunakan adalah film fotografik
yang lengkung berbentuk silinder dengan kristal yang diuji terletak ditengah
silinder, maka akan diperoleh suatu deretan spot yang berbentuk garis lurus
sehingga pengukuran akan menjadi semakin mudah
Contoh mesin sinar x
Sinar x tungsten
A. Tabung sinar-X
Untuk pembuatan
sinar-X diperlukan sebuah tabung rontgen hampa udara dimana terdapat elektron-elektron
yang diarahkan dengan kecepatan tinggi (Rasad, 1992).
Tabung sinar-X
adalah bagian dari imaging system sinar-X yang jarang diperhatikan oleh
radiografer. Struktur eksternal dari tabung sinar-X terdiri dari tiga bagian
yaitu support structure, pelindung tabung, dan kaca atau metal pembungkus,
sedangkan stuktur internal terdiri dari dua elektroda yang disebut anoda dan
katoda (Bushong, 2001), sedang menurut Bushberg (2001), komponen utama tabung
sinar-X adalah anoda, katoda, rotor/stator, metal atau gelas pembungkus, rumah
tabung. Untuk gambaran diagnostik, elektron dari filament dipercepat kearah ke
anoda oleh kilovolt peak (kVp) dengan rentang 20.000 sampai 150.000 V (20
sampai 150 kVp).
1. Katoda
Sumber elektron
tabung sinar-X adalah dari katoda, yaitu dari filament yang berbentuk helical
terbuat dari kawat tungsten yang dikelilingi olehfocusing cup. Filament circuit
memberikan voltase kurang lebih 10 V kepada filament, memproduksi arus hingga
7A melewati filament (Bushberg, 2001).Sudut negatif dari tabung sinar-X yang
terdiri dari filament dan focusing cup. Filament adalah sebuah coil dari kawat
yang biasanya mempunyai panjang kira-kira 1 atau 2 cm dan berdiameter kira-kira
2 mm. Filament biasanya terbuat dari tungsten. Tungsten memberikan emisi panas
yang lebih tinggi dan mempunyai titik lebur yang lebih tinggi dibandingkan
logam-logam yang lain (Bushong, 2001). Pada Focusing cup, sebelum semua
elektron bergerak dari katoda menuju katoda, sinar elektron cenderung menyebar
keluar karena penolakan elektrostatik (Bushong, 2001).
2. Anoda
Anoda
adalah sebuah target logam electrode yang mempunyai potensial positif.
Elektron-elektron membentur lapisan anoda membentuk suatu energi yang sebagian
besar energi menjadi energi panas dengan sedikit mengemisikan sinar-X
(Bushberg, 2001).
Anoda
merupakan bagian positif dari tabung sinar-X. terdapat dua tipe anoda, yaitu
anoda stationery atau anoda diam dan anoda berputar ataurotating anode
(Bushong, 2001), serupa dengan yang dikumukakan Bushberg (2001), tabung sinar-X
mempunyai bentuk anoda diam dan anoda berputar. Bentuk sederhana dari tabung
sinar-X adalah stationary anode atau anoda diam. Anoda ini terbuat dari
tungsten yang ditempelkan pada blok tebaga pada anoda.
Anoda mempunyai tiga fungsi dalam tabung sinar-X:
1) Menerima
pancaran elektron dari katoda, menginduksikan elektron tersebut malalui tabung
yang dihubungkan kabel dan kembali pada bagian tegangan tinggi tabung dari
pesawat sinar-X.
2) Anoda sebagai
support mekanik dari target.
3) Anoda sebagai
radiator suhu yang baik.
Sudut
target adalah sudut yang dibentuk oleh permukaan target dengan garis vertikal,
sudut yang biasa digunakan dalam tabung sinar-X adalah antara 7-20 derajat.
Rata-rata dalam diagnostik adalah 17 derajat dari garis vertikal (Carroll,
1987). Sedangkan menurut (Bushberg, 2001) sudut anoda didefinisikan sebagai
sudut dari permukaan target terhadap bidang pertengahan dari sinar-X. Sudut
anoda pada tabung sinar-X mempunyai rentang 7 hingga 20 derajat dan umumnya
memakai kemiringan sudut 12 sampai 17 derajat.
B. Produksi
Sinar-X
Sinar-X
diproduksi dari perpindahan energi dari satu bentuk ke bentuk lain. Elektron
yang bergerak cepat mempunyai energi kinetik dan energi kinetik tersebut diubah
menjadi energi panas dan energi radiasi ketika elektron tersebut secara
tiba-tiba terhenti oleh target.
Dalam
pembentukan sinar-X diagnostik sebagian besar menjadi energi panas (kira-kira
99%) dan sebagian kecil (kira-kira 1%) menjadi sinar-X (Bushong, 2001).
Suatu
tabung pesawat roentgen mempunyai beberapa persyaratan, yaitu: mempunyai sumber
elektron, gaya yang mempercepat gerakan elektron, lintasan elektron yang bebas
dalam ruang hampa udara, alat pemusat berkas elektron, dan penghenti elektron
(Rasad, 1992).
1. Proses
Terjadinya Sinar-X
Menurut Rasad (1992), proses terjadinya sinar-X adalah
sebagai berikut:
a. Katoda
(filament) dipanaskan lebih dari 2000oC sampai menyala menggunakan aliran
listrik yang berasal dari transformator.
b. Karena panas,
elektron-elektron dari katoda terlepas.
c. Sewaktu
dihubungkan dengan transformator tegangan tinggi, elektron-elektron akan
dipercepat gerakanya menuju anoda menggunakan alat pemusat (focusing cup).
d. Filament dibuat
relatif negatif terhadap target sehinnga terbentuk panas >99% dan sinar-X
<1%.
e. Pelindung atau
perisai timah akan mencegah keluarnya sinar-X dari tabung sehingga sinar-X
yang terbentuk hanya dapat keluar
melalui jendela tabung.
f. Panas yang tinggi
pada target akibat benturan elektron diminimalisasi oleh radiator pendingin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar